Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Ibu, Aku Rindu.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, bismillah.

Ibu...

Entah mengapa jemariku terasa rapuh untuk hanya sekedar menulis tentangmu, tentang rasa rindu yang ada untukmu. Ingatkah dahulu, bu? Pernah engkau bermimpi padaku, impian sederhana untuk memakai gigi palsu. Lalu kini engkau telah pergi meninggalkanku di saat aku mengumpulkan rezki untuk membeli itu, di saat aku belum sanggup untuk menjadi yatim piatu.

Ibu, aku rindu...

Rindu nasehatmu yang menjadikanku patuh.
Rindu senyumanmu yang menyentuh kalbu.
Rindu kasihmu yang membuat hati ini rasanya teduh.

Ibu...

Adakah sesuatu yang kini dapat kulakukan untukmu? Di mana ridha Allah mengalir dalam tiap-tiap denyut nadimu. Apakah ada kesempatanku untuk menjadi lelaki seperti yang kau suruh? Lelaki yang kuat namun berhati lembut, itu 'kan yang kau mau? Sungguh, aku lelah tersenyum palsu seolah-olah aku kuat tanpamu. Pada siapa lagi airmata ini mengadu, bu? Airmata yang di kala hening mengalir selalu, airmata yang menetes saat bayangmu hadir dalam mimpiku, airmata yang jatuh di saat hati merindukanmu.

Ibu...

Nantikanku di batas waktu, di mana ruh yang lemah ini tak lagi mau bersatu dengan tubuh, di kala jasad tak lagi dapat dibasuh air wudhu. Ibu, adakah hari yang indah melebihi hari di kala tak lagi ada kata lelah dan luka terpahat di sana? Hari di mana kita bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla, Dzat yang indah-Nya tak sanggup dilukis oleh kata-kata cinta.

Ibu... Ana uhibbuki fillah, aku mencintaimu karena-Nya.
Ibu

Sungguh tak sanggup lagi kutuangkan apa yang kini tengah terukir di dada, karena andai segala aksara kurangkai dengan mengingat satu wajah maka seketika itu pula airmata ini kian jatuh dan tertumpah.

18 comments:

Rohis Facebook

bagus puisix..!
yg baca jd sedih.... :(

Anonymous

Iyalah kalau puisi karangan Sahabat gw selalu ok, karena gw tau dia menuliskan syairnya diiringi dengan kata-kata yang tertuang dari hati melalui jemarinya ,,,

Selri Group

Devitha zhi margareetha

Semoga Allah mengampuni semua dosa2 ibunda ka ichsan dan ditempatkan ditempat yg terbaik disisi-Nya. Teruslah berusaha menjadi kebanggaan buat ibunda disana ,--)9

Ichsan Afriadi

Aamiin... Allahumma aamiin.

Angga Zulika Ramadhani

Aaaaaaamin :'))
Semangat sob...

mama

Al-Fatihah..semuga `ibu` ditempatkan dikalangan orang2 yang beriman..amin..
semuga ichsan tabah menghadapi dugaan dari Allah..

oky trisno

BAGUS BANGET PUISINYA

Irowati

Ibu adalah sosok wanita yg tak akan terlupakan, jasanya tak akan tergantikan,tak prnh mengharap apapun dr apa yg diberikan u anaknya...yg slalu ingin melihat senyum disetiap sudut bibir anaknya walopun dg mewujudkannya ibu hrs menahan perih & tangis....senyum seorng anak, bagaikan setumpuk permata bg seorg ibu...tak akan prnh akn habis pujian u seorng ibu...i love you mom..

Sie-thi Nurjanah

terhenyuh..terharu.
Setiap kata yang ditulis "kena" banget karena saya pun merasakan kehilangan sosok seorang ibu seperti kehilangan separuh jiwa :'(

ayie

Ini bkn puisi.. ini cerita hati seorang anak untuk ibu..
Ichsan arfandi semoga ibu" qta tenang bersama NYA disana.. amin..!!

Anonymous

itu sama seperti yang aku rasakan,kehilangan ibu disaat aku belum mampu mengenal baik buruk kehidupan,kadang ada satu perasaan agar mereka segera kembali dan ada bersamaku

lentera nahdliyin

Assalamu'alaykum

Nak copast boleh?

Mohon Ridho-Nya

Syukron

Ichsan Afriadi

Wa'alaikumussalam, silahkan. Afwan.

septi suryani

Rindu almarhum ibu =')

arista handayani

jadi kangen almarhumah ibu

vustha azhar

Jadi kngen almarhumah ibu, ijin copas yaaa

tiar bachtiar

jujur 100% diri gue merasa terpaku setelah membaca puisi ini. sehingga gue merasa gak ada yang gue butuhkan didunia ini selain kehadiran kedua orang tua gue.

Unknown

Nangis gw ngebacaNya, JD kngen almarhumah ibu