Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Cinta Biasa

Assalamu'alaikum cinta, bismillah.

Cinta? Sebongkah rasa yang tak mampu kucerna, datang dan pergi tanpa kuduga. Namun, ku yakin ia tetaplah anugrah. Karena tanpa cinta, hidup serasa derita.

Akupun tak menampik, betapa indah cinta dan mencinta. Entahlah! Ku tak sanggup memahatnya ke dalam untaian kata Demi Dia yang jemari ini menari atas izin-Nya, karena segala yang ada hanyalah hamparan rasa.

Namun...

Haruskah saat rasa itu menyelimuti, mata ini dibutakan?
Ketika cahayanya merekah, haruskah nurani dihinakan?

Tidak, jangan begitu!

Untukku, mencintaimu cukuplah dengan biasa. Takkan ada kalimat rayu mengiba, takkan pula ada harap yang 'kan melukis perihnya luka. Cukup dengan mengukir namamu di atas sajadah, yang 'kan menjadikannya bait-bait doa nan indah.

Bagiku jatuh cinta padamu cukup dengan biasa, sekedarnya saja. Ku tak perlu ungkapan rasa yang mampu menumbuhkan duri di dada, tak butuh setangkai pujian yang menyemai riya' di hati. Kumencintai dangan caraku yang biasa, karena ku tahu akhirnya nanti takdir Ilahi yang terjadi.

Karena kumencintai dengan biasa, maka ketika kutahu kau jauh dari sempurna, bagiku itu adalah wajar adanya. Ketika kudapati kau dalam salah, maka kutahu kaupun manusia biasa.

Mencintaimu dengan biasa, bukan berarti rasaku yang ada untukmu lemah. Aku hanya takut engkau akan menjadi "illah" dalam jiwa.

Kumencintai dia yang biasa. Ku takkan pernah berharap kau menjadi yang sempurna, karena sedikit kelebihanpun aku tak punya. Ku takkan terpikat pada hati yang merasa dirinya luar biasa. Ku hanya mencintaimu karena kau begitu biasa, sangat sederhana.

Yang kucinta bukanlah bidadari, karena akupun tak sesuci nabi.

Mencintai dengan biasa, maka ku tak mau ada nafsu yang membalut rasa. Karena segalanya akan indah, saat kelak kau menjadi ma'mum dan aku imam'mu nantinya.

Karena cintaku padamu biasa, maka...
Tak ada tatapan rindu menggelora.
Tak ada ungkapan cinta menggoda.
Takkan ada ikatan semu sehina pacaran, karena ku hanya ingin menggapaimu dalam alunan halal pernikahan.
Tak ada pula pertemuan, sebelum ijab dilafadzkan.

Jika takdir-Nya tak menyatukanmu denganku. Maka akan kutanggapi dengan biasa, sangat biasa.
Tanpa air mata.
Tanpa rasa sesak di dada.
Tanpa benci yang membuncah.

Mencintai dengan biasa. Cukup disini, di relung hati. Tak butuh ada yang tahu, bahkan kaupun tak perlu tahu. Mencintai dengan biasa, dengan menitipkan rasa cintaku pada-Nya Azza Wa Jalla, Sang Pemilik Cinta.

Hingga tiba saatnya nanti, jika Dia berkenan menyatukan kita dalam indahnya ikatan suci.

Maka ketika ijab telah terucap.

Ketika hijab sudah tersingkap.

Ketika cintamu memilihku...

Maka, aku akan mencintaimu dengan luar biasa.
3 April 2013, Jakarta.

6 comments:

beli buku online

luar biasa, itulah indahnya akad...
ayoo yg masih menjalin hubungan tanpa nikah semoga bisa segera Allah halalkan lewat pernikahan impian

Dang Kahla

*kagum*

NSA

Luar biasa. :)

anwar

Wahh!! bagus kata-kata nya!! :)

Muhammad habibi Selri

Sungguh hati terharu karna untaian bahasanya ,,,

uyun08

Honestly...
I really like reading your writing
It makes me WOW

Salam kenal :)
Visit my blog juga ya di => Uyun08.wordpress.com