Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Dasar-Dasar Marketing

Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, bismillah.

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai) dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
{Al-Baqarah 2:265}
Marketing atau Pemasaran adalah sebongkah gagasan yang dituangkan untuk menghasilkan sebuah penjualan sehingga meraih keuntungan di dunia (suatu kebutuhan hidup yang terpenuhi) maupun di akhirat (sesuatu yang membuat kita tersenyum di kehidupan setelah mati nanti). Dalam istilah Pemasaran ada 4 P yang mesti diawasi, yaitu Product, Place, Promotion, and Price. Dan ada jua 4 P yang harus diwaspadai, yakni Pemko, Pajak, Preman, dan Polisi. Hehehe!

Niat, Persiapan, dan Kesempatan.

Segala sesuatu insyaallah akan indah jika dilakukan dengan niat dan persiapan yang baik karena-Nya. Man jadda wajada wa man sara ala darbi washala, barangsiapa yang bersungguh-sungguh niscaya akan mendapatkannya dan siapa yang berjalan di jalannya akan sampai pada tujuannya.

Halal

Halal yang di garis bawahi bukan hanya produk saja, namun juga termasuk apa dan bagaimana proses pembuatan dan penyajiannya. Akankah baik untuk pembeli? Ataukah sebaliknya, yang malah mengundang murka Ilahi?!

Komunikasi (Doa)

Komunikasi menjadi langkah awal untuk menjalin silaturahmi, dan silaturahmi adalah Wahyu Ilahi Rabbi yang hadirnya laksana mentari yang menerbitkan secercah cahaya rezeki.
Agama mengajarkan bahwa inti dari ibadah adalah doa, dan makna tersirat dari doa adalah komunikasi antara manusia dengan Penciptanya.
Fabiayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan!

Kejujuran (Siddiq) dan Amanah

Jujur artinya tak ada unsur penipuan dalam promosi ataupun harga, dan Amanah berperan ketika seorang produsen dipercaya memberi yang terbaik dalam produksinya, hingga dapat membawa kebaikan bagi si pengguna.

Kreativitas

Produk yang hanya diisi dengan ribuan promosi jika tanpa kreativitas yang mewakili, maka produk seumpama langit malam tanpa awan, gugusan bintang, dan rembulan. Di mana awan sebagai sentuhan dalam pemasaran yang dapat meluluhkan pembeli, gugusan bintang laksana bibit-bibit yang merangkai produk hingga membentuk suatu kesan yang unik juga menarik hati, dan rembulan seperti icon yang melengkapi histori pesan-pesan tersembunyi.
Pemasaran dan Kreativitas itu seumpama senapan dan peluru. Dimana senapan hanya menjadi hiasan pelengkap tubuh, tanpa adanya peluru.
Bukankah kreatif itu salah satu dari sifat Allah Azza Wa Jalla, Tuhan semesta Yang Maha Mencipta. Lihat saja diri kita, Maha Suci Dia yang menciptakan wajah nan indah. Jika seluruh pemahat yang bersemayam di dunia mengukir lekuk tubuh yang ada, niscaya hanya letih yang dirasakannya. Pelukis termasyur pun takkan bisa menciptakan lukisan dari imajinasinya seindah diri kita. Seperti yang tertera dalam kitab-Nya, bahwa sesungguhnya Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kreativitas bukan hanya dimiliki oleh seorang penemu, pelukis, ataupun penulis. Namun juga dimiliki oleh setiap insan yang mau memanfaatkan karunia-Nya yang kini bersemayam indah di kepala. Contohnya, seorang pengusaha yang mengukir sampah menjadi rupiah. Seperti Yuliastoni, seorang entrepreneur yang memanfaatkan bulu angsa menjadi sesuatu yang melebihi indahnya mahkota yang kini bahkan usahanya telah bertahta di Turki, Ssungapura, dan Malaysia.

Sedekah

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
{Al-Baqarah 2:261}
Referensi dari Al-Qur'an, Hadits, dan Fiqih.