Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Dia dan Cinta

Bismillah, assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Adinda, maafkan aku.

Bukannya ku tak ingin kau bersandar di hatiku, menemani tiap hari-hariku, senandungkan kidung-kidung rindu.

Adinda, kuingin kau tahu.

Sebongkah Cinta lain yang teramat indah, telah menyelimuti ragaku, menghangatkan tidur malamku, mengusap peluhku, melepaskan perih dalam kalbu.

Sebentuk Cinta yang begitu sempurna, yang menemaniku berabad-abad lamanya,
tanpa kupinta, tanpa kupaksa.

Adinda, tahukah kau arti setia? Begitulah Dia!

Meski berkali-kali ku terjebak dalam pesona rayumu dan ingin lari menghampiri pintamu. Dia tetap setia menunggu.

Kau ingin tahu, Adinda?

Dia bahkan dengan lembutnya membelai hidupku, dengan sejadah Ia mencium dahiku, memeluk erat sang waktu.

Kuharap kau memahami, Adinda.

Bukannya ku ingin menolakmu, sungguh.

Ku hanya ingin kau tahu, Dia sepenuhnya memilikiku.

La hawla wa la quwwata illa billah, aku tak berdaya dan tak kuasa. Namun sungguh aku teramat bahagia sekiranya hanya Cinta dan Dia saja yang ada, cukuplah itu membuatku merasa memiliki semesta.

Adinda.

Bersabarlah,
Bukan berarti cintaku tak merestukan kita mengarungi bahtera, sementara perahu dan layar telah Dia sandarkan dalam bait-bait indah-Nya. Sebagaimana Dia yang tak pernah melukaiku, pun Dia tak kan selamanya menjauhkanmu dariku.

Percayalah,
Pada saatnya nanti, pasti akan tiba waktu yang dinanti.
Kan kujemput kau dengan perahu cinta-Nya, melaju kita dengan layar cinta,
mengarungi bahtera Sakinah Mawaddah Warrahmah.

Adinda.

Maafkan aku.
Saat ini sungguh dengan ikhlas hati ku melepasmu, meski rasa perih kan tertancap di hatimu, walau air mata membasuh tubuhku. Tetap tak akan ku ragu, karena sudah kutemukan cinta yang hakiki, cinta yang telah lama menemaniku sampai saat ini, bahkan ketika hidup setelah mati nanti.

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui...
{Al-Fath 48:4}
Dia, Ilahi Rabbi.

13 comments:

anwar

Subhanallah..!! Kata-kata yang bagus... :)

diniehz

mantap! menjaga hati itu sulit, suliiit sekali.. tapi kalau sudah berhasil melewatinya, lega banget :)

Leiny Deedee

Subhanallah. suka banget :)

terima kasih atas sharenya. semoga saya bisa belajar lebih kuat untuk menjaga hati.

Akhmad Muhaimin Azzet

menemukan cinta yang hakiki
betapa indahnya

SS

bagus hasil cerita. teruskan :)

Rakyan Widhowati Tanjung

begitulah cinta yang sejati mas, yang hakiki. pada-Nya, Allah swt tempat hati manusia (seharusnya) berlabuh.

Belajar Photoshop

"Pada saatnya nanti, pasti ’kan tiba waktu yang dinanti..." kalimat yang sulit dimengerti oleh para perempuan nii kang :(

asfa blog

hmmmm, bagus gan puisinya teruskan berkarya nya,

Annur eL Karimah

La hawla wa la quwwata illa billah,

semoga dia dan dirimu tetp berada hijab yang baik.

Karena menunggu cinta sebenarnya adalah lebih baik.

aku sulit berkomentar karna hanya dia dan cinta yang tahu. Allah Maha melihat dan mengetahui

Asriani Amir

its so woww..

mama

kata2 yg sangat indah.. :)

Dang Kahla

muhasabah..terima kasih ichsan =)

Artis Muda

Subbhanallah kata-katanya indah dan bagus sekali,,sebuah uraian kata yang menyisakan makna indah di dalam hati,,salam sukses gan !!