Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Tanya di Balik Cinta

Assalamu'alaikum, bismillah.

Semua yang tampak indah di luar takkan-lah indah pula di dalam.
Segala yang terlihat elok di depan bukan juga ia kan baik di belakang.
Apakah seluruhnya yang kau butuhkan hanya beralaskan keinginan? Bukan atas kebutuhan?!

Kau inginkan sebongkah permata, namun sebenarnya kau tak membutuhkannya.
Lalu untuk apa?
Kau ingin dicinta, namun kau tak membutuhkannya.
Lalu apa arti hadirnya?

Hargai, itu saja.

Apa yang kau lihat dan jelas di mata bukanlah seutas jaminan akan hati.
Apa yang kau rasakan setelah mengenalnya, itulah yang hakiki.

Tak usah kau lihat usia.
Jangan kau lihat rupa.
Tak usah juga kau perhatikan setangkai harta, karena seluruhnya mampu dirapatkan dengan dusta.

Pilih dengan petunjuk-Nya semata dan kan kau temui arti Rasa Maha Tinggi sebenarnya.
Bukan dengan ukuran manusia, tapi dengan kadar Penciptanya.

Sungguh tega bila kau hanya menatap satu kekurangannya.
Karena mungkin ia punya lautan kelebihan terhijab di sana.
Yakinlah dengan keteguhan hatinya.
Jangan rendahkan niat baik yang ada.
Walau semungil biji zarah.

Tak ada manusia semulia Nabi akhir, maka takkan ada alasan merendahkan si Fakir.
Tak ada segala sesuatu yang kekal abadi, maka tak ada alasan bagimu meninggikan sang Hati.

Duhai kasih...

Adakah syarat untuk menyayangi?
Adakah syarat untuk mencintai?
Dan apakah ada syarat untuk jatuh hati?

Jika ada, ucapkanlah!

Jangan jadikan ia yang menuntun kasih untuk menyayangimu terhambat.
Jangan biarkan ia yang melangkah untuk mencintaimu tersesat.
Dan jangan biarkan ia yang menjatuhkan hatinya padamu akhirnya merasa bahwa ia salah tempat.

Ingatlah...

Kau takkan merasakan Sayang nan Indah hanya jika melihat rupa.
Kau takkan menikmati Cinta yang Maha hanya jika melirik harta.
Dan takkan pula kau temukan Sejatinya Rasa hanya jika inginkan tahta.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
{Ali Imran 3:14}
Izinkan ia mengenalmu dengan cara terbaik yang diajarkan Rabb'nya dan biarkan alur-Nya mengantarkan kalian pada Mahabbah yang sesungguhnya, meski penuh tanya di balik cinta.

6 comments:

Lina

Kau takkan merasakan Sayang nan Indah hanya jika melihat rupa.
Kau takkan menikmati Cinta yang Maha hanya jika melirik harta.
Dan takkan pula kau temukan Sejatinya Rasa hanya jika inginkan tahta.
...
Subhanallah, betapa nikmatnya jika kita memaknai itu semua

salam kenal :)

anwar

Subhanallah, betapa terharunya..
izin copas buat status fb!! boleh ga??? hehe..

TITO BOYS

"Apa yang kau lihat dan jelas di mata bukanlah seutas jaminan akan hati.
Apa yang kau rasakan setelah mengenalnya, itulah yang hakiki."

Tersentuh dengan untaian kata di atas, masya'Allaah.

octarezka

buat sapa nih??
:D

karna hati pantas dapetin yang terbaik, jdi karna itulah hati mesti memilih :)

Akhmad Muhaimin Azzet

mahabbah yang sesungguhnya
duhai, betapa indahnya

Anonymous

Insha Allah akan diingat :
"Kau takkan merasakan Sayang nan Indah hanya jika melihat rupa.
Kau takkan menikmati Cinta yang Maha hanya jika melirik harta.
Dan takkan pula kau temukan Sejatinya Rasa hanya jika inginkan tahta."