Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Untuk Mereka yang Diindahkan Rabb’nya

Assalamu'alaikum, bismillah. Teruntuk kamu si penikmat dunia dan seisinya!

Wajah jelita, itu adalah hakmu untuk mendapatkannya.
Tubuh nan elok, sungguh takkan ada yang berhak melarangmu juga untuknya.
Suara merdu, sudah tentu ku yakin kau ingin dan silahkan saja.

Tapi setelah itu semua ada padamu, apa yang ingin kau lakukan?
Memperdaya mereka yang tergila-gila dengan rupa?
Membanggakan diri seakan kau di atas rata-rata?
Atau mungkin juga... Astaghfirullah, terlalu banyak dugaan yang ternoda tentang dan untukmu dariku.

Seketika yang tadinya ku bangga juga karena kau diberi anugerah oleh-Nya melalui tubuh dan wajah, kini berubah menjadi iba. Di saat semua yang Indah, yang Ia berikan padamu secara percuma kau umbar dengan ringan dan mudahnya. Semua yang terlihat berharga kini menjadi seperti sampah tak berharga untuk mereka yang menikmati keindahan Ilahi dengan hati. Saat melihatmu.

Entah berapa banyak Adam yang rela terluka demi menatap langsung matamu.
Entah berapa banyak Adam yang mau menanti lama demi mendengar alunan nada suaramu.
Entah berapa banyak mereka yang terikat oleh harumnya aroma'mu dan mungkin siap mati demi mendapatkan perhatian juga hatimu.

Duhai wanita...

Kau dan aku sama, akan hidup, lalu menua renta dan akhirnya masuk tanah juga.

Di sana, takkan malaikat melirikmu.
Di sana, takkan malaikat itu jatuh hati pada rupa mudamu dulu.
Takkan pula mereka tergoda oleh rayuan cengeng manja itu.

Kau yang semula bisa berlenggak-lenggok dengan sempurna kan terdiam bungkam.
Kau yang semula lihai menggoda akan kaku terpana.
Apa yang akan kau banggakan setelahnya?

Sungguh ku mengiba pada kalian yang menjadikan rupa dunia sebagai panutan dan acuan, aku miris dan sedih menatap kalian yang lupa akan indahnya kebersihan dan adab kesucian.

Tentu aku bukanlah seorang sufi dan aku pun jauh dari segala kebaikan yang mungkin kalian pikirkan.

Aku hanya ingin, takkan ada lagi para saudara-saudari seimanku yang kan seperti mereka atau bahkan sepertiku. Yang terkadang atau mungkin sering sekali lupa akan keindahan aturan yang di Ciptakan Ilahi untuk hamba-Nya. Dan akhirnya menjadikan apa yang ada di sekelilingnya sebagai sesembahan dan buah pikiran.


وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
{An-Nur 24:31}
Untuk mereka yang diindahkan Rabb’nya, jadikan hidupmu sebuah kunci surga. Untuk kami, juga untuk mereka.

7 comments:

anwar

Subhanallah.. catatan yang bagus, :)

Alif KJ

yap {An-Nur 24:31} :)

Akhmad Muhaimin Azzet

betapa telah diindahkan ya, Sob,
hmmm..., suka sekali dengan cara menulis sampean:
memikat dan indah.

Annur eL Karimah

aamiin. masya Allah

Rakyan Widhowati Tanjung

seperti kata mentoring rohisku mas :)

Jefry

semoga kita menjadi salah satu makhluk Allah yang mendapatkan kemuliaan dan pengampunan

syafikah mimy nor

Untuk Mereka yang Diindahkan Rabb’nya

Assalamu'alaikum, bismillah. Teruntuk kamu si penikmat dunia dan seisinya!Wajah jelita, itu adalah hakmu untuk mendapatkannya.Tubuh nan elok, sungguh takkan ada yang berhak melarangmu juga untuknya.Suara merdu, sudah tentu ku yakin kau ingin dan silahkan saja.Tapi setelah itu semua ada padamu, apa yang ingin kau lakukan?Memperdaya mereka yang tergila-gila dengan rupa?Membanggakan diri seakan kau di atas rata-rata?Atau mungkin juga... Astaghfirullah, terlalu banyak dugaan yang ternoda tentang dan untukmu dariku.Seketika yang tadinya ku bangga juga karena kau diberi anugerah oleh-Nya melalui tubuh dan wajah, kini berubah menjadi iba. Di saat semua yang Indah, yang Ia berikan padamu secara percuma kau umbar dengan ringan dan mudahnya. Semua yang terlihat berharga kini menjadi seperti sampah tak berharga untuk mereka yang menikmati keindahan Ilahi dengan hati... Saat melihatmu.Entah berapa banyak Adam yang rela terluka demi menatap langsung matamu.Entah berapa banyak Adam yang mau menanti lama demi mendengar alunan nada suaramu.Entah berapa banyak mereka yang terikat oleh harumnya aroma'mu dan mungkin siap mati demi mendapatkan perhatian juga hatimu.Duhai wanita...Kau dan aku sama, akan hidup, lalu menua renta dan akhirnya masuk tanah juga.Di sana, takkan malaikat melirikmu.Di sana, takkan malaikat itu jatuh hati pada rupa mudamu dulu.Takkan pula mereka tergoda oleh rayuan cengeng manja itu.Kau yang semula bisa berlenggak-lenggok dengan sempurna kan terdiam bungkam.Kau yang semula lihai menggoda kan kaku terpana.Apa yang kan kau banggakan setelahnya?Sungguh ku mengiba pada kalian yang menjadikan rupa dunia sebagai panutan dan acuan, ku miris dan sedih menatap kalian yang lupa akan indahnya kebersihan dan adab kesucian.Tentu aku bukanlah seorang sufi atau orang suci dan aku jauh dari segala kebaikan yang mungkin kalian pikirkan.Aku hanya ingin, takkan ada lagi para saudara-saudari seimanku yang kan seperti mereka atau bahkan sepertiku. Yang terkadang atau mungkin sering sekali lupa akan keindahan aturan yang di Ciptakan Ilahi untuk hamba-Nya. Dan akhirnya menjadikan apa yang ada di sekelilingnya sebagai sesembahan dan buah pikiran.وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.{An-Nur 24:31}Untuk mereka yang diindahkan Rabb’nya, jadikan hidupmu sebuah kunci Syurga. Untuk kami, juga untuk mereka.Label: Wanita