Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Al-Fatihah

Surat "Al-Fatihah" (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an dan termasuk golongan Surat Makkiyyah. Nama lain dari surat Al-Fatihah Fatihatul Kitab, Ummul Qur'an, Ummul Kitab, As-Sab'ul Masani, Al-Kanz, Al-Wafiyah, Al-Kafiyah, Al-Asas, Asy-Syafiyah, Al-Hamd, As-Shalah, Al-Ruqyah, Asy-Syukru, Ad-Du'au, Asy-Syifa, Al-Waqiyah.

Surat ini disebut "Al-Fatihah" (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al-Qur'an.
Dinamakan “Ummul Qur'an" (induk Al-Qur'an) atau "Ummul Kitaab" (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk bagi semua isi Al-Qur'an, serta menjadi inti sari dari kandungan Al-Qur'an dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap shalat. Dinamakan pula "As Sab'ul matsaany" (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.
Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-Qur'an, yaitu:


Keimanan

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, di mana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu ni'mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni'mat yang terdapat dalam alam ini.

Di antara ni'mat itu ialah: ni'mat menciptakan, ni'mat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata “Rabb” dalam kalimat "Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti "Tuhan" dan "Penguasa", tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni'mat yang dilihat oleh seorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhanlah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka di dalam surat Al-Fatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu: Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin (hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan).

Yang dimaksud dengan "Yang menguasai hari pembalasan" ialah pada hari itu Allahlah Yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni'mat dan takut kepada siksaan-Nya.
Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. "Ibadat" yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat catatan ayat 5 surat Al-Fatihah.


Hukum-hukum

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "hidayah" di sini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.


Kisah-kisah

Kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al-Qur'an memuat kisah-kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Yang dimaksud dengan orang yang diberi ni'mat dalam ayat ini, ialah para nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh).
Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.


Sabda Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasalam

"Membaca Al-Fatihah pahalanya seperti sepertiga Al-Qur'an."

Diantara khasiat Al-Fatihah ialah siapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal. Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak lebih) kemudian memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka insyaAllah ia penuhi keperluan hidupnya.

Barangsiapa membaca Al-Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayanrnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah Subhanahu wa Ta'ala luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah Subhanahu wa Ta'ala bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan.


Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab 'Qaddasallaahusirrahu'

"Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunatnya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah SWT."

Surat Al-Fatihah bisa mengobati penyakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lainnya dengan dibacakan sebanyak 41 kali.

Ikhtiar mengobati penyakit : Baca Surah Al-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, allu diminum, Insyaallah menjadi sembuh.

Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada sisakit, maka dengan iradah Allah Subhanahu wa Ta'ala. ia akan sembuh.

Ikhtiar menghilangkan sifat pelupa: Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala

Mengobati sakit disebabkan oleh sengatan kala: Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.

Mengobati sakit gigi dan lain-lain: Untuk dirinya sendiri = letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah.

Perincian dari yang telah disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an pada surat-surat yang lain.



{1}

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

{2}

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

[All] praise is [due] to Allah, Lord of the worlds -

{3}

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

The Entirely Merciful, the Especially Merciful,

{4}

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan.

Sovereign of the Day of Recompense.

{5}

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

It is You we worship and You we ask for help.

{6}

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Guide us to the straight path -

{7}

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray.



Sura Al-Fatihah (Arabic: سورة الفاتحة‎), (Sūratul-Fātihah, "The Opener") is the first chapter of the Quran. Its seven verses are a prayer for Allah's guidance, and stress His Lordship and Mercy. This chapter has an essential role in Salaatu Allah, Namaaz, (prayer of God); Muslims recite the Surah Al-Fatihah seventeen times a day in Farz (Compulsory) Salaatu Allah, at the start of each unit of prayer.

Translation: {Al-Fatihah 1:1}. In the name of Allah the most beneficent the most merciful All praise is due to Allah Lord of the worlds The most benificent the most merciful The lord of the day of Judgement Thee alone we worship thee alone we seek for help Guide us to the right path The path of those upon whom thou has bestowed favors. Not of those who thou has cursed once not of those whom have gone astray.

The first verse, transliterated as "Bismillāhir Rahmānir Rahīm", may be familiar to non-Arabic speakers and non-Muslims because of its ubiquity in Arabic and Muslim societies. This verse appears at the start of every chapter in the Quran with the exception of the ninth chapter. The verse is normally said before reciting a chapter or part of a chapter during daily prayer, and also before public proclamations and indeed before many personal and everyday activities in many Arabic and Muslim societies as a way to invoke God's blessing and proclaim one's motives before an undertaking.

The two words "Ar-Rahmān" and "Ar-Rahīm" are often translated in English as "The Beneficent" and "The Merciful" or "the Generous." They are often also translated as superlatives, for example, "The Most Generous" and "The Most Merciful". The form "Rahmaan" denotes degree or extent, i.e., "Most Merciful," while "Raheem" denotes time permanence, i.e., "Ever Merciful".

The second verse's "الحمد الله" ranks as one of the most popular phrases in all of Arabic, being used to express one's well-being, general happiness, or even consolation in a disaster. The verse is also significant in that it includes a relationship between the two most common names for God in Arabic "الله" and "رب". The first word is a ubiquitous name for God, and the second roughly translates to "Lord." It shares the same root with the Hebrew "Rabbi". In some printings of the Quran, both words appear in red everywhere in the Quran.