Tak setampan Nabi Yusuf, tak seromantis Nabi Adam, dan tak sebaik Rasulullah.

Ichsan Afriadi

Bulan Ramadhan

Semoga tak akan dosa hati ini membawa namamu duhai Bulan yang mempesona, dalam rangkaian kalimat sederhana tak banyak makna yang dibentangkan oleh si Pendosa.
Semua semata-mata hanya untuk meredakan kerinduan dan betapa sayangnya ia padamu, semoga Ilahi kan mempertemukan kita kelak di bawah indahnya lailatul qadar.

Adakah saat-saat lain yang bisa menyingkirkanmu?
Sedangkan kitab yang menceritakan Kalimat Tuhan kita mengagungkanmu tanpa ragu.

Adakah hari-hari lain yang lebih menenangkan dan menyejukan hati mereka yang percaya pada Rabb'nya selain hari dimana kau adalah penghulunya?
Sungguh sekalipun detik terindah mereka dikumpulkan, tetap saja detik dalam namamu takkan mampu tergantikan.

Bagaimanakah cara pendosa ini merangkulmu?
Apakah dengan tangan hina ini?

Bagaimanakah cara pendosa ini menghadapmu?
Haruskah dengan wajah nista ini?

Bagaimana pula ia akan hidup dalam Keagungan-Nya yang murah saat kau tiba?
Mestikah dengan hati yang tersakiti ini?
Dan takkan menepi pertanyaan dalam benak ini untukmu, untuk mengharap Keluhuran Ilahi dalam nama Penuh Keindahan.

Terangkan kami Duhai Ramadhan, kelembutan Ilahi dalam balutan dahaga yang tertahan.
Yang semoga Ia me-ridhai kami atasnya.

Perlihatkan kami Duhai al-Mubarak, tanda kecintaan Ilahi dalam lapar yang tak tentu arah. Yang semoga Ia semakin menguatkan kami karenanya.

Entah bagaimana Para Penggubah Syair Rabbani memuja-mujimu, yang ku yakin kerinduan mereka jauh melampaui pikiran dan lebih dalam dari relung hati yang terselubung sekali pun.

Dan sirami kami dengan Mahabbah-Mu dalam tiap detik yang merambat namun cepat di Ramadhan tahun ini, Duhai Ilahi.
Agar takkan ada tangis saat kelak ia meninggalkan para Pendosa ini di waktu Fitri.

Belenggu Qalbu kami dengan Ramadhan-Mu yang kian menghampiri bersama semangat Nabawi, ya Rabbi.
Semoga ia dengan izin-Mu, akan menuntun kami menjadi pemenang sejati di akhirnya nanti.

Ajari kami Bercinta dengannya, sekalipun peluh juga tetes air mata kan beserta.

17 comments:

MaMa AiNi

salam...ramadhan akan datang dan pergi !!semuga ramadhan kali ini akan dapat dihayati dengan redha dan keikhlasan...n bila awardnya akan dipindahkan ya..he 2x...

Caang

Sangat bagus puisimu kawan

Anonymous

subhanallah....indah sekali ayat itu.

Ash Shikano

puitis ayat2 kamu..dan terima kaseh sudi lawat blog aku.. from now, aku akan selalu datang sini.. anyway, your entry always superb!!

tieykah

sangat bagus entry kamu ya:)

eyka yuca mika ツ

<3 bulan ramadhan .

sabri

nancep sekali kata-katanya,,,,

marcheijourney

Subhanallah.. bagus sekali rangkaian kata-katanya..
Sebentar lagi ramadhan datang. Mari kita sambut dengan suka cita...

bundadontworry

ya, sebentar lagi, kita umat muslim akan dapat merasakan nikmatnya Ramadhan.
alangkah bahagianya.............semoga Allah swt mengizinkan kita semua utk menemui dan menikmati bulan suci ini ,amin
salam

faidah misnan

ramadhan akan menjelma . .
pada sesiapa yg ada hutang pada sebelumnye . jgn lupa untuk menyelesaikannye . .

:))
^^ butang follw fai ada jek kat situ tuan blog .
salam perkenalan . :)

NECKY

Insya Allah kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini....

ded

Setelah membaca rangkaian kata-kata indah di atas. Terasa sejuk hati ini....
Langsung teringat saya belum shalat ashar...
Terimakasih, permisi Mas, mau shalat dulu....

myheart_sick

SubhanaAllah,smoga kita dapat merasakan :)

Mercedes-Benz

mantep banget mas kata-kata nya.... mebuat hati terasa sejuk :D

belajar gitar

mantap sobBan Terbaik di Indonesia GT Radial
Belajar gitar
Cari Uang

idawin

Salam, sememangnya semangat Ramadhan tidak akan pernah pudar selagi mana insan menghayatinya.

infocomputerok

Buatan sendiri ya? wah jadi penyair niee