Terima kasih atas waktu yang telah kau ukir di Lauh Mahfuzh, yang karenanya saat ini aku masih menghirup segarnya ciptaan, menatap indahnya hidayahMu, mendengar tenang lantunan adzan, dan merasakan lembutnya sentuhan wudhu. Andai saja kini Kau memanggilku, mungkin percikan api itu sedang mendekap kuat dosaku, memeluk tubuh, dan mencium hangat ragaku, atau bahkan lebih dari itu.
Allahumma muqallibal qulub, terima kasih telah menjaga rasa yang sampai saat ini belum tersentuh oleh wanita. Kau pudarkan pesona, Kau tepis suara, Kau kikis eloknya, hingga iman ini terjaga.
Allahumma musharrifal qulub, luruskanlah ucapanku untuk terus memanggil namaMu. Sudah beribu kata cinta yang bersenandung merdu di telingaku, tetap hati ini utuh tak tersentuh. Entah berapa goresan yang menghampiriku, masih rasa ini enggan berpaling dariMu.
Ya Rabb, sampaikanlah padanya yang tanpa sengaja meneteskan air mata. Mungkin karena aku yang kuat pendirian, atau dia yang lemah iman.
Assalamu'alaikum, ukhti.
Jika kau berpikir aku sosok yang angkuh, aku ikhlas. Tapi ingatkah? Kau dan aku belum halal sama sekali. Pantaskah diri ini kurelakan bercengkrama atas nama ukhuwah yang kan dapat menimbulkan cinta diantara kita? Bolehkah kita balut indahnya kebersamaan ini atas persahabatan yang kita jaga, bukankah Allah murka?
Ukhti,
Kau dan aku pastilah mengerti akan hukum seorang wanita dan lelaki yang sepenuhnya belum terikat dalam jalinan ikatan suci. Maka pantaskah kubiarkan bunga yang kini mulai menggoda semakin menjalar, membusuk dalam kediaman hati? Sungguh ku tak ingin!
Wallahi, ukhti.
Apakah kau tak yakin bahwa ada yang jauh lebih baik di sana menantimu?
Apakah kau ragu adanya keteduhan di sana yang lebih teduh menunggumu?
Apa yang membuatmu jatuh saat ini dan ragu atas ketentuan Rabb'mu?
Ukhti,
Maafkan aku, jika keadaan ini tak sesuai pintamu. Tuluskan aku, jika ku mulai menjauh. Karena, ku ingin segalanya terjaga dalam bingkisan kasih juga sayangNya yang utuh hanya untuk kita.
Kini ku tertatih tuk sejenak membentengi hati yang mulai rapuh, menjaga hati dari hati yang tak terjaga oleh bingkai ketaqwa'an. Menyelimuti hasrat, rasa, angan yang kian panas dengan berbagai ujian.
Ukhti,
Kamu pasti tahu apa yang ada di benak ini, tentang rasaku yang hanya untuk sang Illahi. Tapi, biarkanlah rasa ini meski ada hati yang pedih tersakiti. Tataplah ia berjalan sesuai dengan takdir yang telah Ia tentukan, dan tetaplah bertahan dalam keheningan hingga kau paham arti secercah kesabaran.
Biarkan semua mengalir apa adanya, hingga akhirnya tiba waktu untukku menentukan dalam sujud istikharah.
Ukhti,
Sabarlah dalam ketaatanNya. Penuhilah saja kewajiban sebagai hambaNya agar cita-cita yang dipinta sesuai dengan harapan dan mendapatkan ridho dariNya, karena sesungguhnya itulah kebahagiaan yang hakiki. Terjaga di dunia, meski godaan terus menghantui.
Semua ini kulakukan tak lain hanya ingin kita terjaga, kau dan aku. Semoga Allah senantiasa menaungi langkah kita untuk meniti dan menjalani perintahNya, aamiin.
Allahumma inni as'aluka bikullismin huwa laka, ampuni aku jika terlukis salah dalam berkata.
Jika kau berpikir aku sosok yang angkuh, aku ikhlas. Tapi ingatkah? Kau dan aku belum halal sama sekali. Pantaskah diri ini kurelakan bercengkrama atas nama ukhuwah yang kan dapat menimbulkan cinta diantara kita? Bolehkah kita balut indahnya kebersamaan ini atas persahabatan yang kita jaga, bukankah Allah murka?
Ukhti,
Kau dan aku pastilah mengerti akan hukum seorang wanita dan lelaki yang sepenuhnya belum terikat dalam jalinan ikatan suci. Maka pantaskah kubiarkan bunga yang kini mulai menggoda semakin menjalar, membusuk dalam kediaman hati? Sungguh ku tak ingin!
Wallahi, ukhti.
Apakah kau tak yakin bahwa ada yang jauh lebih baik di sana menantimu?
Apakah kau ragu adanya keteduhan di sana yang lebih teduh menunggumu?
Apa yang membuatmu jatuh saat ini dan ragu atas ketentuan Rabb'mu?
Ukhti,
Maafkan aku, jika keadaan ini tak sesuai pintamu. Tuluskan aku, jika ku mulai menjauh. Karena, ku ingin segalanya terjaga dalam bingkisan kasih juga sayangNya yang utuh hanya untuk kita.
Kini ku tertatih tuk sejenak membentengi hati yang mulai rapuh, menjaga hati dari hati yang tak terjaga oleh bingkai ketaqwa'an. Menyelimuti hasrat, rasa, angan yang kian panas dengan berbagai ujian.
Ukhti,
Kamu pasti tahu apa yang ada di benak ini, tentang rasaku yang hanya untuk sang Illahi. Tapi, biarkanlah rasa ini meski ada hati yang pedih tersakiti. Tataplah ia berjalan sesuai dengan takdir yang telah Ia tentukan, dan tetaplah bertahan dalam keheningan hingga kau paham arti secercah kesabaran.
Biarkan semua mengalir apa adanya, hingga akhirnya tiba waktu untukku menentukan dalam sujud istikharah.
Ukhti,
Sabarlah dalam ketaatanNya. Penuhilah saja kewajiban sebagai hambaNya agar cita-cita yang dipinta sesuai dengan harapan dan mendapatkan ridho dariNya, karena sesungguhnya itulah kebahagiaan yang hakiki. Terjaga di dunia, meski godaan terus menghantui.
Semua ini kulakukan tak lain hanya ingin kita terjaga, kau dan aku. Semoga Allah senantiasa menaungi langkah kita untuk meniti dan menjalani perintahNya, aamiin.